<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Badai64's Weblog</title>
	<atom:link href="http://badai64.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://badai64.wordpress.com</link>
	<description>dekatlah aku, kan ku bawa kau ke awan dan akan berada di dunia baru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2009 18:14:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='badai64.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Badai64's Weblog</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://badai64.wordpress.com/osd.xml" title="Badai64&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://badai64.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JEPIT&#8230;.</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2009/03/04/jepit/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2009/03/04/jepit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 18:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/2009/03/04/jepit/</guid>
		<description><![CDATA[Selalu saja sandal jepit itu mengikuti langkahku, dia terpaut dg kakiku karena dijepit, ibu jari kaki dan jari tengah bekerja ekstra tak kita duga untuk mempertahankannya supaya tetap melindungi telapak, dari yang semestinya maupun tidak semestinya. Karena proses itu, maka dia disebut sandal jepit, berbeda dengan sandal selop, sandal jinjit, dan sandal lain&#8230; Tak aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=50&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu saja sandal jepit itu mengikuti langkahku, dia terpaut dg kakiku  karena dijepit, ibu jari kaki dan jari tengah bekerja ekstra tak kita duga untuk mempertahankannya supaya tetap melindungi telapak,  dari yang semestinya maupun tidak semestinya. Karena proses itu, maka dia disebut sandal jepit, berbeda dengan sandal selop, sandal jinjit, dan sandal lain&#8230;</p>
<p>Tak aku tahu asal muasal sandal, yang kuperhatikan ujungnya bengkok, coba perhatikan&#8230;..sebelah dalam lebih masuk, berbeda dengan sandal nabi muhammad  yang runcing ditengah, kabarnya kaki beliau berbeda, dari yang kulihat di gambar, sandal kulit dan tautannya begitu fleksibel, jadi ingat sadal gunung yang biasa dipake anakku, </p>
<p>Jepit,  ia harus rela tidak diajak pergi kekantor di pagi hari, atau jamuan makan malam, untuk kebanyakan orang, Ia hanya dicari ketika akan membersihkan rumput di kebun, gotong royong membersihkan selokan di komplek, atau pergi ke pos ronda. Beberapa bernasib baik, diajak ke mall, anehnya ia banyak dilirik&#8230;.meski aneh, sinis yang meliriknya dengan berbagai interpretasi beragam&#8230;</p>
<p>Jepit, boleh jadi mewakili klas marginal, menariknya belakangan kuperhatikan banyak aktifis, mahasiwa, seniman, mengajakknya ke berbagai keperluan, formal dan imformal, it bukan lagi hanya terinjaki  oleh kaki pekerja. Simbok bakul, tukang becak dan sesamanya&#8230;.bergesernya jepit menuju klas lain boleh jadi mewakili empati dan keberpihakan kepada yang marginal, tertindas, dan ter&#8230;ter yang lain.</p>
<p>Dulu ketika aku kecil, bapak sering sibuk mencari paku atau peniti jika sandal jepitku talinya putus, karena sepanjang pengalaman yang sering rusak adalah bagian tali depan bagian bawah, cukup dengan ditusuk paku atau peniti si jepit berfungsi kembali. Sampai suatu saat tak ada lagi tempat tersisa untuk memasang paku, simbok dari pasar telah siap dengan serempang baru seharga 250 rupiah, dan ia bisa menemaniku kemana saja.</p>
<p>Jepit putih itu tak lagi jelas warnanya, termakan usia, yang ku tahu sejak aku hadir dia sudah berada ditempat itu, nggak jawab ketika ku tanya sudah berapa kaki ia lindungi, siapa saja dia dan dari kalangan mana, ia tetap membisu,  menyimpan banyak rahasia&#8230;.kuduga ia telah pergi ke berbagai tempat dengan orang berbeda, dan keperluan yang berbeda. Tapi dia selalu menjaga siapa yang mengajaknya, dan siap diabaikan kapan saja tanpa protes. Beberapa orang boleh jadi telah membawanya ke masjid, yang lainnya boleh jadi ke pasar, diajak main kartu, komplek pelacuran atau salon plus (yang ini aku tidak yakin). Tapi dia tetap menjaga rahasia itu, tak mengatakannya kepada siapapapun, dia tahu etikanya&#8230;.ia tetap setia terjepit, dan ditinggal dikamar hotel itu.</p>
<p>Jempit,&#8230;.. jepit terus sandalmu, dan tempatkan dia ditepat yang semestinya karena dia membantumu&#8230;terimakasih  pit&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=50&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2009/03/04/jepit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bunga, MAWAR, dan Fulan</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/12/22/bunga-mawar-dan-fulan/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/12/22/bunga-mawar-dan-fulan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 15:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik-pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah harian pagi lokal memuat judul menggelitik,” seorang gadis dibawah umur diperkosa”, &#8230;.bunga, sebut saja begitu&#8230;.dst, sementara koran lain “ belasan gadis diduga diperdagangkan”&#8230;.salah satu anak gadis tersebut, sebut saja mawar (bukan nama sebenarnya) berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Barat&#8230;. Bunga, bisa berarti tanaman yang menyimbolkan keindahan, bunga mawar  contohnya, bunga kamboja sarat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=45&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebuah harian pagi <img class="size-full wp-image-47 alignleft" title="kertas" src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/12/kertas.jpg?w=141&#038;h=106" alt="kertas" width="141" height="106" />lokal memuat judul menggelitik,” seorang gadis dibawah umur diperkosa”, &#8230;.bunga, sebut saja begitu&#8230;.dst, sementara koran lain “ belasan gadis diduga diperdagangkan”&#8230;.salah satu anak gadis tersebut, sebut saja mawar (bukan nama sebenarnya) berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Barat&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bunga, bisa berarti tanaman yang menyimbolkan keindahan, bunga mawar <span> </span>contohnya, bunga kamboja sarat dengan nuansa kematian, bunga melati melambangkan kesucian, bunga teratai melambangkan ilmu pengetahuan, bunga sakura menyembulkan keindahan suasana. Ada bunga lain, <span>  </span>bunga bank, bunga trotoar (kata iwan fals) , bunga desa/kembang desa, <span> </span>artinya sesuka anda&#8230;&#8230;..atau memilih seperti kebanyakan umum .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mawar yang semula cinta kasih menjadi korban, dia dijadikan alat untuk memberi identitas korban berjenis kelamin perempuan muda. Demikian juga bunga <span> </span>yang sebelumnya indah menjadi korban, korban sebutan&#8230;..apa salah bunga dan mawar <span> </span>sehingga menjadi sebutan untuk sesuatu yang disamarkan dan cenderung bernasib kurang baik, padahal bunga dan mawar awalnya begitu indah? Mewakili feminisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fulan, tak tahu apa artinya, dan nama siapa itu, darimana asalnya, setara dengan si ANU, seringkali menjadi korban, sesuatu yang disebunyikan, Fulan rasanya tak separah bungan dan mawar, karena tak semuanya merepresentasikan ketidakbaikan, kehinaan, kenistaan, dan semacamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pada suatu kongres bunga-bunga <span> </span>yang digelar dikebun raya, mawar pernah mengajukan keberatan atas hal ini, dia meminta forum yang terhormat merekomendasikan untuk melakukan gugatan pada bangsa manusia atas pelecehan yang dilakukan karenanya, mawar<span>  </span>hampir putus asa karena sidang tidak memberikan apapun, padahal pada puluhan tahun silam ketika dunia jurnalistik belum berkembang mawar sempat diirikan sesama bunga karena dia yang selalu dibawa manusia laki untuk dipersebahkan kepada perempuan yang diciantainya, sempat juga bunga kamboja mengajukan protes untuk berpindah posisi dengan mawar dalam representasi<span>  </span>ini, namun tetap saja sampai sekarang tak berhasil, kamboja tetap pada posisinya yang dekat kematian, hanya dalam 5 tahun terakhir dia mulai banyak dikoleksi manusia dan ditempatkan diruang terhormat, taman-taman ketika orang gandrung pada berbagai jenis bunga kamboja, setelah demam Euphorbia berakhir dan kamboja tersungkur oleh keanggunan Anthorium.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berbeda dengan fulan, dia tak tahu apa yang harus dilakukan, sebab dia hanya bisa menggandeng si ANU untuk mengajukan petisi pada manusia tetang sebutannya itu, Fulan pernah melayangkan surat terbuka kepada publik, agar sebutan dirinya tak lagi digunakan untuk menutupi hal-hal yang tidak baik yang dilakukan manusia laki-laki, dia mengusulkan untuk digantikan sebutan itu dengan yang lain semisal Suharto, atau Sukarno, atau Hitler atau si Bush atau yang lain,&#8230;masak saya terus FULAN&#8230;..dan si Anu , kenapa tidak yang lain yang nyata-nyata telah berbuat jahat,??? Protes Fulan kian lantang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya termenung, <span> </span>setahuku Fulan dan Anu tidak melakukan seburuk itu yang disangkakan, dan Bunga dari dulu juga tidak berubah, mawar juga seperti itu dengan aneka warna dan harum baunya&#8230;&#8230;&#8230;..pertanyaanku tak terjawab ketika sms masuk dengan nada aneh, SELAMAT HARI IBU&#8230;..ini lebih aneh lagi???karena aku lelaki dan tak pernah dapat sms SELAMAT HARI BAPAK.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=45&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/12/22/bunga-mawar-dan-fulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/12/kertas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kertas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kosong&#8230;.</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/12/10/kosong/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/12/10/kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 16:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[pernik-pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Si perut besar itu berdiri lesu diatas meja, wajahnya pucat tak bergairah, tak ada lagi kegembiraan, , kesendirian yang dirasakan. Seminggu yang lalu dirinya  begitu berharga, diperutnya penuh berisi roti gulung yang berjajar rapi, dibagian depan perutnya sebuah label mewah, ketika seorang ibu menghampirinya, mengangkatnya dan memindahkan kedalam kantong besar dari rajutan plastik. Sesaat kemudian, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=39&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="size-full wp-image-41 alignleft" title="kosong" src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/12/kosong.jpg?w=128&#038;h=104" alt="kosong" width="128" height="104" /></span>Si perut besar itu berdiri lesu diatas meja, wajahnya pucat tak bergairah, tak ada lagi kegembiraan, , kesendirian yang dirasakan. Seminggu yang lalu dirinya <span> </span>begitu berharga, diperutnya penuh berisi roti gulung yang berjajar rapi, dibagian depan perutnya sebuah label mewah, ketika seorang ibu menghampirinya, mengangkatnya dan memindahkan kedalam kantong besar dari rajutan plastik. Sesaat kemudian, dari tumpukan kardus yang dia duduki,<span>  </span>berpindah ke ruangan besar dengan lampu terang bergantung, dia duduk diatas ambal beludru yang berada diatas kayu panjang berlapis kaca bening dikelilingi benda besar beludru dan sandaran kayu yang berukir. Sesekali, beberapa pemuda tampan melintas didepannya membuka kepalanya dan menyumput isi perutnya, sesaat kemudian dia mendengan percapakan yang tidak dimengertinya, seorang gadis cantik berkerudung mengelusnya, mengangkatnya ketas pangkuan, menimangnya, dan satu persatu isi perutnya diambil dan dipindahkan, entah kemana. Puas dia berada diatas pangkuan sang gadis, dikembalikan ketas bangku panjang, dan laki-laki tua berjenggot dengan rokok mengepul diantara bibirnya yang kelam bersandar disampingnya dengan tatapan yang aneh, entah apa yang terlintas dibenaknya. Sesaat kemudian dimelirik kepadanya, dengan sorot mata memburu dan tangan yang hitam kelam menarik kepalanya dan lepas, diambilnya isi perut dan dipindahkannya kelubang kecil berambut lembat itu, beberapa kali lelaki tua itu melakukannya sebelum akhirnya mengembalikan lagi tutup kepalanya dengan isi perut yang tinggal setengah.<span>  </span>Namun ia tetap nyaman, nyaman berada ditempat yang mewah ini, terus saja ia memandangi lalu lalang orang dengan beraneka ragam kepribadian dan perlakuan kepadanya, sampai suatu saat begitu banyak orang berada disekitarnya, mengelilinginya dan sesekali menarik kepalanya, mengabil isi perutnya, dan akhirnya kosong , kosong isi perutnya, dan tutup kepalanya dikembalikan dengan kasar, dan dipindahkan dia ketempat yang asing, gelap, berjejer dengan benda lain yang samar-samar ia mengenalinya, si kepala besar, si mulut lebar, dan banyak lagi. Belakangan dia mendengar ia berada didapur sebuah keluarga seorang pejabat dan dia dicampakkan karena tak ada isi lagi diperutnya, perlakukan terhadapnya aneh, tak lagi disentuh, diruang yang gelap dan pengap, tak lagi bisa menikmati timangan gadis berkerudung, atau si tua dengan asap mengepul diantara mulutnya. Ia terbuang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Suatu pagi, mulut gua itu terbuka, sebuah tangan lembut menariknya, meletakkanya di sebuah bangku panjang yang bentuknya aneh, tangan itu menarik kepalanya dan terbuka, memasukkan benda pipih berbau enak dan ada sejenis benjolan dalam benda pipih itu, tangan itu terus memasukan sampai tak cukup lagi perunya menampung, dengan gerakan memaksa dikembalikannya tutup kepala berwarna biru itu, dan ditariknya dia dan dimasukkan kedalam kantung plastik besar warna biru. Badanya terasa digoyang goyang, sebelum akhirnya ditautkan dan dia merasakan pergerakan cepat diiringi suara mesin yang meraung, seperempat jam kemudian berhenti dan dia dipindahkan diatas bangku panjang, begitu banyak tangan memperebutkannya, menarik kepalanya, mengambil isi perutnya, didorongnya dia kesana kemari, tak berapa lama kemudian dia kehabisan isi perutnya, dan kekacauan itu berakhir, dihempaskan tutup kepalanya, dan dia tak lagi menjadi rebutan, tak dipandang lagi, label perutnya pu robek tak terbaca, isi perutnya kosong, dia tak berharga, dia tergeletak diatas meja, dia mendengar samar-samar berada diruang makan sebuah kantor, tangan-tangan tadi adalah tangan-tangan karyawan yang beradu cepat mengambil isi perutnya, dia begitu berharga dan diperhatikan ketika isinya masih ada, dan dicampakkan ketika kosong, iai perutnya membuat harga dirinya berbeda, sentuhan tangan yang berbeda, pujian yang berbeda, nilai yang berbeda, dan ketika kosong tak lagi bernilai, tak lagi dipajang diruang makan atau ruang tamu, tapi teronggok digudang almari atau tergeletak sendirian diatas meja, menunggu isi yang lain, atau dicampakkan kedalam almari gudang, atau dibuang ketempat sampah, beradu dengan aneka benda asing, dipenuhi air dan jentik nyamuk, dan tentu saja tak ada nilai. Toples itu sebagai wadah tak ada arti tanpa isi, isi menentukan harga diri, tempat duduk dan tongkrongan, sentuhan tangan, atau pujian dan cacian. Nasib toples plastik bertutup biru diatas meja yang kosong.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=39&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/12/10/kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/12/kosong.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kosong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tebing Hasrat</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/12/09/tebing-hasrat/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/12/09/tebing-hasrat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 14:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Tebing&#8230;&#8230;&#8230;. Pagi yang bisu,desing angin malu merayu Tak juga kamu yg biasa hadir dengan pesan singkatmu Tak ada kata-kata pilu merdu Seonggok sampah menambah beban mata Diujung meja yang berwarna jingga, termakan usia Hasratkku menggebu untuk meniru kisah para pemburu hantu Merayap daun pintu menembus rentang tubuhmu, membidikmu Terrgeletak lesu di ranjang dungu Bisu&#8230;hasrat merayu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=37&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Tebing&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Pagi yang bisu,desing angin malu merayu</p>
<p class="MsoNormal">Tak juga kamu yg biasa hadir dengan pesan singkatmu</p>
<p class="MsoNormal">Tak ada kata-kata pilu merdu</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Seonggok sampah menambah beban mata</p>
<p class="MsoNormal">Diujung meja yang berwarna jingga, termakan usia</p>
<p class="MsoNormal">Hasratkku menggebu untuk meniru kisah para pemburu hantu</p>
<p class="MsoNormal">Merayap daun pintu menembus rentang tubuhmu, membidikmu</p>
<p class="MsoNormal">Terrgeletak lesu di ranjang dungu</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bisu&#8230;hasrat merayu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Simpang cureh, 2008-12-07</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=37&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/12/09/tebing-hasrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan&#8230;..</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/12/09/perjalanan/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/12/09/perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 14:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik-pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[PERCAKAPAN BUTIR PASIR DAN TANAH LIAT Buku berjudul “sybil, perempuan dengan 16 kepribadian” yang aneh, karya Flora Retha Schreiber tergeletak di meja dengan tekukan pada halaman terlipat, asbak hijau yang penuh abu dan dua buah gelang karet dan beberapa puntung rokok menyebarkan bau khas, gelas teh yang separoh sudah diminum mengundang selera, dan rokok merk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=33&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>PERCAKAPAN BUTIR PASIR DAN TANAH LIAT</strong></p>
<p class="MsoNormal">Buku berjudul “sybil, perempuan dengan 16 kepribadian” yang aneh,<span> </span>karya Flora Retha Schreiber tergeletak di meja dengan tekukan pada halaman terlipat, asbak hijau yang penuh abu dan dua buah gelang karet dan beberapa puntung rokok menyebarkan bau khas, gelas teh yang separoh sudah diminum mengundang selera,<span> </span>dan rokok merk class mild yang tapil dengan bungkus baru warna hitam berdampingan dengan korek gas hijau muda sejak pagi tadi menemaniku ngobrol dengan permpuan muda berambut ikal . Sesekali gelas itu kuraih , kuminum, dan ku letakkan pada posisi yang lain dari sebelumnya, tak juga diperhatikan itu, jika titik kepindahan gelas itu bisa dibuat garis, sepanjang hari perpindahan posisi itu bisa jadi merupakan sebuah sketsa yang bisa diartikan sendiri mengenai karakter orang yang meminumnya, itu ahli perilaku akan dengan cepat bisa memberi interpretasi. Aku duduk disini, kursi putar warna biru gelap dengan satu tuas dan empat roda seringkali bergeser tak beraturan sesuai pergeseran pantat dan berat badan yang ditanggungnya, pergeserannya tak beraturan, ini bisa jadi bahan kajian ketetapan berfikir seseorang, tapi siapa yang peduli dengan grafik pergerakan gelas atau pergeseran roda kursi dihubungkan dengan gejolak psikologis seseorang?</p>
<p class="MsoNormal">Asbak itu menebarkan bau, bau khas, yang sangat tidak nyaman bagi penderita gangguan paru atau yang sensitit terhadap rokok, dan seorang laki-laki duduk didepanku, menceritakan apa yang telah dialaminya selama dua hari ini, tentu saja hal-hal umum, bagaimana dia mengendarai mobil menjemput tamu, mengantarkan sang tamu dengan tertib ditempat yang dituju, dan waktu dia sampai dirumahnya, tentu saja dia tidak menceritakan hal pribadi apa yang dilakukan setelah sampai dirumah, menikmati makan malam dan menyapa anak-anaknya, membicarakan hal-hal yang terjadi dengan istrinya atau apa yang dilakukan ditempat tidur. Begitu banyak detail yang tak terungkap dari keseharian.</p>
<p class="MsoNormal">Ia memutuskan untuk mengakiri pembicaraan dan memilih killing time dengan mencuci mobilnya, mengelap seluruh bagian, menyempotkan air kebawah bodi yang penuh lumpur dan pasir yang entah dari mana saja datangnya, sepanjang perjalanannya, dan berapa jumlahnya, dan lupur pasir dan kotoran dari berbagai tempat yang berjauhan itu menyatu, terhempas oleh seprotan air dan bercerai berai di garasi, mungkin sesamanya saling bercerita pengalaman perjalannya sampai ketempat ini, garasi.</p>
<p class="MsoNormal">Sebutir pasir dengan gempita berteriak” aku sudah menempuh perjalanan berkilo-kilo untuk sampai kesini, bayangkan kawan, kala itu aku berada dilereng gunung di sebuah lokasi pertambangan, jauh dari kampung, boleh ajdi tambang batubara, sebuah roda besa menginjak kami, diantara kami ada yang terjepit diantara roda-roda, kami terus berputar, sebagian saudara kami tercecer entah disepanjang jalan, entah dimana, keadaan kami basah kuyup kali itu dan sangat lembek, kami saling berpegangan, tapi toh sebagian dari kami lepas juga, terhempas, ada yang di medan, di langkat, ada yang diparkir depan warung, sepanjang perjalanan kami kedatangan teman lain, dan kehilangan yang lainnya, termasuk aku terjatuh ketika ada lobang yang cukup dalam dijalan, akhirnya masuk kubangan , setiap saat benda-benda besar menimpa kami, dan aku terlempar bersama air disitu, diinjak lagi benda besar itu, menempel dan jatuh lagi, terinjak lagi, dan jatuh, sekian kali aku diinjak dan jatuh&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Belum selesai ia berteriak, sebutir tanah lempung berseru, ah membual kamu, bukankan kamu ketemu aku dipinggir jalan dekat sawah itu, aku diinjak dan menepel diban speda motor yang lewat sawah itu, dan beberapa saat kemudian terjatuh, dan akhirya tergeletak didekatmu? Setelah itu kita sama-sama terinjak oleh ban ini, terlempar dan menempel dibawah bodi mobil ini, aku berada didepan dan kamu dibelakang, tadi ada air yang menyemprot kita sama-sama terlempar disini?</p>
<p class="MsoNormal">Benar kawan, aku bermaksud mengatakan kepada kalian, bahwa untuk sampai disini aku menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan. Sudahlah, jangan ceritakan itu, kita bernasib sama berasal dari tempat yang saling berbeda, kenyataannya sekarang ada disini, ditempat ini, dan tidak tahu nanti kita akan kemana lagi, apakah akan terinjak oleh ban mobil atau motor, terselip diantaranya dan akan jatuh ditmpat lain lagi dijalan, atau tukang sapu akan membersihkannya dan membawa kita ketempat sampah dan kita akan bercampur dengan nasi basi, plastik, puntung rokok, dan kotoran lain dan akan lama disitu, mau tidak mau menikmati bau-bau mereka, atau kita akan dipungut oleh pembuat batubata, dicetak dan dibakar sampai rupakita berubah dan dibawa lagi ke suatu tempat, ditata dengan semen, diplester dan kita akan menikmati kepengapan yang panjang disitu tanpa diperhatikan, boleh jadi kita tidak punya pilihan untuk keluar, kecuali bumi akan bergoncang dan bangunan roboh, kita akan hanyut dibawa air hujan atau bajir yang menerjang entah kemana lagi pergi, atau &#8230;&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Butiran pasir menyela” kepenginnya sih aku bisa dibawa bawa truk untuk membuat kamar mandi, tapi tidak diplester dan aku akan menyembul keluar, sehingga aku bisa menyaksikan setiap saat bisa menyaksikan berbagai bentuk dan warna celana dalam dan BH perempuan, memperhatikan tingkahnya mandi, berak, atau pipis, jadi ada sedikit hiburan&#8230;.dan aku akan menulis kecenderungan jiwa dengan model dan warna celana dalam yang dipakai manusia, pasti ini menarik dan belum ada buku yang menulis tentang itu&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Ah kalo aku tidak! Seru segumpal tanah liat, aku lebih suka diambil seniman keramik, akan akan dibetuk menjadi barang seni, dibakar, dicat yang cantik dan akan dijajar ditempat yang baik, dibeli oleh seorang eksekutif muda ditempatkan diruang tamunya yang sejuk berAC, dan selalu bisa mendengarkan pembicaraan mereka mengenai bisnis, pergerakan harga saham, atau kontrak-kontrak proyek yang ditandatangani, dan sesekali aku dibelai lembut oleh tangan-tangan bersih dan ditimang-timang, meski akhirnya kecewa karena tidak pernah menanyakan asalku, mereka akan bertanya dimana membeli, toko apa namanya, atau siapa seniman yang membuatnya. Padahal tau ndak bahwa mereka itu tidak akan berguna jika tidak ada aku, kami, gumpalan tanah seperti kami.</p>
<p class="MsoNormal">Sudahlah, cetus sedikit kotoran sapi yang sedari tadi tak komentar mendengarkan pembicaraan dua sahabatnya yang senasib itu, senasib dibawa mobil itu sampai di garasi ini, kalian jangan berandai-andai, berdoa saja, kalian tahu tidak, ku kira masih mending kalian seperti itu, aku bahkan tak mengenali lagi diriku, dengan sedih dia berkisah&#8230;..” waktu itu aku sebuah daun, hijau, menawan, bersih, dan disanjung karena kehijauanku&#8230;kami tumbuh subur diseberang desa, nggak tahu asal mulanya kami diremas dan ditarik si mulut besar, dan ditelannya masuk dalam gua yang gelap, kami bercampur denga liur, dan daun lain, entah apa saja, didalamnya kami digiling, diremas, diserap, remuk tubuh kami tak dikenali, beberapa hari boleh jadi kami didalam gua yang gelap dan berliku, dengan bau yang tidak sedap dan suasana yang tidak nyaman, akhirnya kami didorong keluar, entah dimana kami tidak tahu, kami keluar tak berbentuk lagi, semua berubah menjadi satu adonan, semua menghindari kami, apalagi perempuan cantik atau pemuda gagah, nenek-nenekpun menghindari kami, mereka acuh, jijik melihat kami. Kami kepanasan dan kehujanan dipinggir jalan itu, bebrapa diantara kami berpisah terbawa air hujan, sebagian dari kami tercampakkan diinjak sepeda motor yang dikendarai anak muda yangs sedang mabuk, dan beberapa dari kami diinjak benda hitan besar dan bersatu dengan kalian, semua menghindari kami, apalagi kami teronggok dijalan, mungkin akan berbeda nasib jika kami jatuh dikandang, kami pasti akan disingkirkan oleh pemilik lembu itu kebawah pohon pisang atau dikandang yang tidak kena hujan, dan akan mengering dan dibawa keladang, kami akan menyatu dengan teman-teman kalian dan perlahan akan meresap masuk ke akar dan menjadi salah satu bahan makanan yang diolah dengan sinar matahari di daun-daun, saat ini kami tidak lagi bisa berfikir, kenyataannya kami disini dalam jumlah yang kecilpun diremehkan, disia-siakan, padahal kalo mereka tahu kamilah yang membuat bunga Anthorium yang harganya ratusan juta itu daunnya indah, atau bunga mawar merekah merah dibeli oleh pemuda tampan dan diberikan pacarnya yang cantik hingga kami ikut dicium bibir yang merah merekah, Ah&#8230;..kami berkayal</p>
<p class="MsoNormal">Srooootttttt&#8230;&#8230;pembicaraan mereka terhenti, semprotan air keras menggeser mereka, memporak porandakan ikatan mereka&#8230;&#8230;.sedikit demi sedikit mereka hanyut&#8230;.hanyut keselokan, selokan disamping garasi&#8230;.rupanya kawan lain mereka sudah menunggu&#8230;&#8230;berbagai jenis dan unsur serta asal berpadu, memberntuk organisasi baru&#8230;..organisasi yang kuat dengan tipe yang khas&#8230;.lembek, hitam, berbau khas, dan&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">Tanganku pegal dan tenggorokanku kering, ku raih gelas teh dan meminumnya untuk membasahi kerongkongan, tanganku berhenti, mengambil rokok dan menyulutnya, menghisap asap dalam-dalam&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;sambil berfikir, dunia begitu berwarna&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Lebaran ke-2 Idul Adha,lorong cureh gelanggang , bireuen, NAD, 14.57 wib</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=33&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/12/09/perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DamaI itu&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/02/28/damai-itu/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/02/28/damai-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 15:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[pernik-pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Matahari belum juga muncul di ufuk timur, kain sarung yang ia kenakan sejak sembahyang subuh  segera dilepasnya, ia bergegas mengambil celana kotor yang ia taruh tempat penjemuran dipojok gubug  berdinding anyaman bambu beratap rumbia berukuran 3&#215;5 meter itu. Sambil memikul cangkul dan ”garu”, alat meratakan tanah sawah,  lelaki paruh baya itu bergegas menyusuri jalan kampung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=30&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/pict0044.jpg" title="rumah Abu"><img src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/pict0044.thumbnail.jpg?w=468" alt="rumah Abu" /></a>Matahari belum juga muncul di ufuk timur, kain sarung yang ia kenakan sejak sembahyang subuh <span> </span>segera dilepasnya, ia bergegas mengambil celana kotor yang ia taruh tempat penjemuran dipojok gubug <span> </span>berdinding anyaman bambu beratap rumbia berukuran 3&#215;5 meter itu. Sambil memikul cangkul dan ”garu”, alat meratakan tanah sawah, <span> </span>lelaki paruh baya itu bergegas menyusuri jalan kampung yang <span> </span>rumput yang masih dibasahi embun. 15 menit ia berjalan, sampailah disawah seluas 2000 meter milik keponakan yang dipercayakan untuk digarapnya. Berjam-jam ia menarik lumpur yang lembek itu, meratakanya supaya mudah ditanami padi. Benih padi sudah berumur 30 hari, tali temali dari pelepah batang pisang yang dikeringkan telah siap untuk mengikat bibit, tetapi proses pengolahan tanah untuk siap ditanami belum juga usai. Mungkin 3<span>  </span>s/d 4 hari lagi pasejuk tanam padi akan dilakukan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Peluh membasahi wajah dan badannya,<span>  </span>matahari sudah 30 derajat bergeser dari ufuk timur ketika<span>  </span>Ny Rohani, wanita yang sudah 17 tahun dinikahi dan hampir 10 tahun dia tinggalkan mengangkat senjata bergerak dari satu pos ke pos lain dihutan, tanpa memberikan nafkah sesenpun, perempuan paruh baya itu datang membawa botol aqua berisi kopi hangat dan rantang nasi serta lauk ikan asin balado kesukaannya. Ia segera menyambutnya dengan senyum, menanyakan Ahmad Yani , anak ke-3 dari perkawinan mereka yang berusia 2 tahun. Biasanya anak itu tak luput dari gendongan mamaknya. Aneh rasanya pagi ini tidak menyertai ibunya mengantarkan nasi kesawah. Anak itu sengaja diberi nama sama dengan salah satu Jenderal Militer Indonesia seangkatan Suharto., presiden ke-2 yang telah mangkat beberapa bulan yang lewat. Menurutnya, Ahmad Yani adalah spirit dalam perjuangannya menuntut kemerdekaan Aceh dari Indonesia yang berakhir dengan MoU Helsinki, yang telah memberinya berkah untuk kembali kekampung, menjalani hidup normal sebagai sebuah keluarga bersama anak istri dan orang tuanya.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Lelaki itu lahap menyantap nasi yang dihidangkan istrinya. <span> </span>Ny. Rohani memandangi suaminya dengan bangga, perempuan yang sudah lebih dari 10 tahun menggantikan posisi lelaki itu mencari nafkah, mendidik anak, menghadapi teror dari militer, dan segala beban derita sebagai istri seorang ”pejuang”. Dulu pekerjaan menggarap sawah Rohani yang melakukan, perempuan itu pandai mencangkul , meratakan tanah sawah, menanam padi, memanjat kelapa, dan hampir semua pekerjaan pria. Ia tidak menginginkan itu, tetapi keadaan memaksa ia melakukannya, menggantikan peran suami yang berada di gunung dan kehidupannya tidak diketahui. Kini perempuan itu sedikit berkurang bebannya, pekerjaannya menggarap sawah diambil alih kembali oleh suaminya, ia memiliki lagi tempat berkeluh kesah, ada yang menggantikan menggendong anaknya ketika ia capek atau rewel. Lelaki itu menyeka keringatnya, meletakkan cawan nasi yang telah habis dilahapnya,<span>  </span>menu luar biasa hari ini, ia menikmati masakan istrinya dengan lahap. Keadaan yang jauh berbeda ketika dia digunung, dimana batang kayu dan daun seringakali terpaksa ia santap untuk mengisi perutnya, kadang menu makannya adalah pisang mentah yang disantap dengan cabe, atau suatu ketika terpaksa mengisi perutnya dengan tanah liat yang lembek ketika sehari semalam tersangkut dibibir jurang </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">setelah melompat dari kejaran tentara. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Lelaki itu bernama Ismail bin Abu Bakar alias Abu Tiger, sejak 1994 ia memanggul senjata bersama GAM lainnya <span> </span>melawan tentara RI. Ayahnya juga seorang pejuang DI / TII anak buah Tgk Daud Beureueh. Semangat perlawanan bu Tiger boleh jadi diturunkan Ayahnya. Belum pernah sekalipun dia tertangkap, namun tangan dan kakinya penuh goresan bekas ditembus peluru atau terkena pecahan granat. Matanya tak lagi mampu melihat tulisan dengan jelas, menurutnya karena terlalu sering terkena asap<span>  </span>mesiu. Bicaranya tegas, runtut, sorot matanya tajam, ingatannya sangat baik. Ia masih mengingat setiap detail peristiwa yang dialaminya, termasuk mengingat waktu dan tempat kejadian.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dibalai-balai depan gubugnya yang mulai lapuk dimakan usia kami berbincang, digelarnya tikar baru diatas balai yang hanya cukup untuk duduk 3 orang. Keadaan yang sungguh berbeda dari pendapat kebanyakan, <span> </span>bahwa ex combatan GAM telah hidup enak, mewah, menguasai banyak proyek, dan pergi dengan mobil bagus. Namun kondisi Abu Tiger jauh dari kesan tersebut. Ia tinggal digubug yang sudah 10 tahun dibangun ditanah orang lain karena tidak memiliki pekarangan, rumah orang tuanya berada disebelahnya, rumah khas Aceh berbentuk panggung yang hanya dihuni ibunya. Ada kandang kambing 2 ekor dan sapi 1 ekor yang ditempatkan didekat lapangan bola, itupun kebun orang lain. Sapi dan kambing itu bantuan bergulir dari salah satu NGO lokal yang bekerjasama dengan NGO Kanada. Dua bulan sudah abu tiger belajar kembali merawat ternah, musin tanam ini ia mulai belajar kembali bertani, menanam pisang dikebun dan sesekali pergi ke hutan mengambil rotan atau kayu untuk dijual. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebagai seorang ex combatan, ia mengalami dilema yang hebat untuk kembali ke masyarakat, bukan soal kesulitan bersosialisasi dengan tetangganya, atau berbincang dengan sesama warga yang dulu ”menyerah” bahkan menjadi ”cuak”, luka dan perbedaan itu dia tutup rapat, itu masa lalu. Baginya memulai kembali menjadi seorang kepala keluarga, mencarikan nafkah, memberikan tempat berteduh yang layak, dan menyekolahkan anak-anaknya adalah tantangan yang lebih berat dibandingkan dengan mempertahankan diri dari serangan TNI maupun menghadapi situasi sulit di hutan tanpa persediaan bekal makanan dan senjata. Tanah tidak punya, keahlian bertani sudah lama ditinggalkan, informasi proyek dia tidak pandai, ketrampilan lain tidak dimiliki, modal yang dijanjikan pemerintah atau santunan lain sebagai korban konflik belum pernah dia dapatkan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Pernah dia dan teman-temannya menghadap pimpinan KPA wilayah setempat, namun jawabannya” tunggu saja nanti kami kabari, semua sedang di proses” demikian tandas pimpinan KPA setempat. Rumahnya yang gubug sudah sekian kali difoto, kabarnya akan diajukan untuk mendapatkan bantuan dana rehabilitasi, namun sekian kali pula Abu Tiger harus menelan harapan itu. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Baginya, tidaklah tepat menunggu sesuatu yang belum jelas, memang ada banyak truk material yang menganggkut batu lewat desa itu, boleh jadi kalao dia dan teman-temannya di kampung itu mau bisa manarik retribusi Rp10.000 untuk sekali angkut, tapi itu urung dia lakukan, ia tidak mau membebani rakyat, memberi pandangan dan penilaian negatif kepada masyarakat. Mungkin hal ini terjadi di tempat lain, tapi ia menampiknya. Baginya buah perjuangan adalah kehidupan damai, bisa mencari rejeki meskipun susah sungguh, menemani anak-anaknya belajar, pergi kesawah bersama istrinya, duduk dikedai kopi tanpa rasa was-was, dan tidak ingin lagi peristiwa konflik terjadi. Baginya tidak ada yang diuntungkan dari konflik, masyarakat umum menjadi ketakutan, kombatan tidak bisa berkumpul dengan kuluarga, pegawai dan pejabat dihantui ketakutan diculik,anak-anak tidak bisa sekolah karena ketakutan atau sekolahnya dibakar, <span> </span>tentara juga tidak bisa berkumpul dengan keluarganya, nyawa melayang setiap detik kena muntahan peluru maupun tebasan parang.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kadang memang ada nada ejekan dari masyarakat, apa hasilnya perjuanganmu? Toh yang panggul senjata dengan yang biasa-biasa kayak<span>  </span>kami tidak ada bedanya, bahkan keadaan kami lebih baik! Miris juga<span>  </span>mendengar ejekan ini, ingin rasanya diambil parang ditebas kepalanya atau ditembak kakinya 100x. Namun saat itu juga ia berfikir, bukankan yang kami perjuangkan adalah rakyat Aceh, agar hidup tenteram, diperlakukan adil, menentukan masa depan sendiri, mengelola dan menguasai hak sendiri? Bukankah dokrit GAM dulu juga mengedepankan kepentingan rakyat, kalo saja ia mendapatkan fasilitas lebih, bantuan banyak, bisa beli mobil bagus, buat rumah mewah, namun rakyat Aceh tetep saja kesulitan bukanlah tujuan perjuangan GAM? Bukankan dengan hidup menjalani aktifitas ekonomi sewajarnya, sebagaimana anggota masyarakat lain justru menunjukkan kepada masyarakat dan dunia bahwa mejadi pejuang bukan untuk kepentingan dirinya sendiri atau kelompoknya?</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebagai seorang pejuang, merasakan pahit getir kehidupan saat konflik , baginya tidak ada yang membahagiakan kecuali perdamaian di Aceh tetap abadi. Namun demikian ia merasa belum yakin keadaan ini akan langgeng. Menurutnya bukan soal GAM dan TNI yang akan beradu, tetapi benih-benih pertentangan antar masyarakat muncul karena kesenjangan yang terjadi. Di lingkungan dia saja, menurutnya ada ex kombatan yang hidup mewah bahkan berbuat melampaui batas dalam menumpuk kekayaan, ini tidak saja menimbulkan perasaan iri dan curiga masyarakat umum, namun juga sesama ex GAM. Program reintegrasi yang dicanangkan pemerintah, dalam hal ini dilaksanakan oleh Badan Rehabilitasi Damai Aceh (BRDA) menurutnya tidak menyentuh sampai kebawah. Bahkan tidak dimengerti apa programnya. Abu Tiger, dan teman-teman sekampungnya minimal, belum saturupiahpun mendapatkan bantuan dalam bentuk uang maupun barang. Ketika dikonfirmasi apakah di desa lain juga seperti yang ia alami. Abu Tiger mengangguk. Kalo toh ada dibeberapa tempat lebih baik itu karena pimpinan KPA setempat lebih peduli ke anak buah.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Abu Tiger tahu kalau saat ini banyak partai lokal yang muncul untuk bertarung di pemilu 2009. ia oerbah didatangai dan diajak, namun belum bergeming. Boleh jadi tidak berminat. Baginya, ini benih perselisiahan yang bisa berbuntut konflik. Pihak yang tidak suka Aceh damai akan memanfaatkan situasi ini untuk mengacaukan perdamaian di Aceh. Seharusnya pimpinan diatas memperhatikan hal ini dan mencari jalan keluar agar tidak merembes ke masyarakat bawa.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebagai mantan pejuang yang telah kenyang pengalaman dan taktik perang, yang menurutnya sedikit banyak melibatkan kepekaan politiknya, kedamaian aceh amat ditentukan oleh pemilu 2009. Jika bisa diarahkan bersaing sehat akan mulus perdamaian Aceh. Jika tidak, <span> </span>darah akan tumpah lebih banyak di Serambi Mekah. Dan Abu Tiger telah merasa capek untuk melihat lahi ceceran darah, dan menghirup bau mesiu. Meskipun perjuangan baru untuk menegakkan periuk nasi saat ini terasa berat, baginya lebih enak menghirup asap dapur yang mengepul, dan menghirup bau ikan asin yang digoreng Rohani istrinya. (<a href="mailto:ipung64@yahoo.co.id">ipung64@yahoo.co.id</a>).</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">*******************</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/badai64.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/badai64.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=30&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/02/28/damai-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/pict0044.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumah Abu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AyaH, perjuangan  Baru diMulaI..</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/02/28/ayah-perjuangan-baru-dimulai/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/02/28/ayah-perjuangan-baru-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 08:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Ismail bin Puteh alias Ayah,  pria berusia 57 tahun itu kelihatan lebih muda dari usianya, mengenakan topi , kaos oblong, celana jean, menunggu kami di kedai kopi di pojok gampong Blang Miro, kira-kira 4 km dari jalan raya Medan – Banda Aceh di wilayah Ulee Glee Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. Setelah memperkenalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=26&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/ismail-bin-puteh-alias-ayah.jpg" title="ismail-bin-puteh-alias-ayah.jpg"><img src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/ismail-bin-puteh-alias-ayah.thumbnail.jpg?w=468" alt="ismail-bin-puteh-alias-ayah.jpg" /></a>Namanya Ismail bin Puteh alias Ayah, <span> </span>pria berusia 57 tahun itu kelihatan lebih muda dari usianya, mengenakan topi , kaos oblong, celana jean, menunggu kami di kedai kopi di pojok gampong Blang Miro, kira-kira 4 km dari jalan raya Medan – Banda Aceh di wilayah Ulee Glee Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setelah memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud kedatangan, kami dibimbing berjalan menuju rumahnya yang berjarak 50 meter dari kedai kopi itu. Sebuah rumah kayu yang sebagian sudah keropos dimakan rayap, atap seng, dan lantai semen yang warnanya mulai pudar. Sebuah kandang sapi terletak dibelakang rumah, dua ekor sapi bantuan dari sebuah NGO yang harus diangsur kepada kelompok, dan seekor lagi ”gaduhan” dari tetangganya. Dua ekor kambing terlihat berkeliaran dikebun , dan ada kandang ayam, sebuah kolam ikan yang belum jadi dibuat disebelah sumur tanpa bibir, kamar mandi disebelahnya terbuat dari batang kayu yang dipancang berdinding terpal yang sudah koyak dimakan usia. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disinilah Ayah, istri kedua dan ketiga anaknya tingga. Sehari-hari ia berternak, mencari rumput di kebun, memberi umpan sapi dan kambingnya. Istrinya bekerja sebagai buruh tani. Anak lelakinya yang sudah tamat SMA pergi ke Batam setelah gagal kuliah karena tidak memiliki biaya, anak keduanya yang perempuan kelas 2 SMA, dan yang bungsu laki-laki kelas 6 SD. Dari istri pertama yang telah meninggal,<span>  </span>Ismail dikarunia satu orang anak, sekarang sudah berkeluarga dan dikaruniai 3 anak. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kami duduk dikursi plastik yang diambil dari dalam rumah dibawah pohon rambutan yang tidak berbuah karena sebagian daunnya kering kena penyakit. Dibawah pohon itu dibuat balai-balai dari papan kayu bekas yang sudah kusam warnanya, cukup nyaman bagi kami untuk ngobrol. Dengan sorot mata tajam, dia mulai menceritakan pengalamannya. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ayah, demikian orang kampung memanggilnya, sejak tahun 1989 sudah aktif di GAM. Ia masuk GAM menjadi pengawal Tgk Baha, seorang penerangan GAM jebolan Libya. Tahun 1990 -an,<span>  </span>ia bersama 800 orang Aceh lainnya sempat mencari suaka politik ke Malaysia. Namun ia tertangkap bersama 500 orang lainnya. Para pencari suaka ini selanjutnya dipulangkan ke Aceh dengan kapal perang marinir. Menurut ingatannya tidak lebih dari 300 orang yang berhasil sampai di daratan. Para pencari suaka politik ini, tidak sebagaimana dijanjikan, setelah pulang akan diberi pekerjaan, nyatanya dia langsung dipenjarakan kembali. Ia pernah dipenjara di Loksumawe, Tiro, Koramil kecamatan setempat. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sepanjang perjuangannya menjadi GAM , penyiksaan demi penyiksaan dari sel ke sel yang dia alami. Ketika dipenjara di Tiro misalnya, wajahnya disayat-sayat dengan silet dan pisau komando, lukanya diperasi air jeruk, dan kepalanya dibentur-benturkan. Bekas benjolan akibat luka dikepala masih ada . Jika kepalanya kena hujan atau kepanasan bathok kapalnya terasa lembek seperti kepala bayi baru lahir. Namun bekas luka sayatan dimukanya sudah sembuh lantara diberi obat tradisional berupa campuran minyak tanah, bunga belimbing wuluh merah, bawah merah yang diberikan seorang Tengku setempat.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tahun 1998, saat reformasi, Ismail dibebaskan, ia bisa menghirup udara bebas, ia kembali ke kampung tapi yang didapati kebun kosong, rumahnya telah dibakar. Ia ikut mertuanya, istrinya meninggal saat ia dipenjara. Ia menjual tanah warisan itu untuk berobat luka-lukanya. Namun tidak kunjung sembuh. Ia sempat menjalani kehidupan normal, merantau ke Meuredu membuka kedai kopi, sambil terus membantu perjuangan teman-temannya yang masih di hutan. Karena situasi memaksa, di terus diintai dan jiwanya makin terancam ia kembali ke hutan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"><span> </span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bagi Ayah, perjuangan panjang sebagai combatan yang telah membawanya pada perpisahan yang panjang dengan anak dan istrinya, perjanjian perdamaian (MoU) di Helsinki memberi arti kebebasan yang luar biasa. Sebagai seorang pejuang, dia telah mengalami hampir semua siksaan selama ditangkap. Dan tidak ingin mengalaminya kembali. Baginya, dapat hidup berkumpul dengan keluarga setiap hari, pergi kemana saja tanpa rasa takut dan was-was, dapat berkebun dan mengerjakan sawah secara aman, dapat menyaksikan TV dikedai depan rumah sampai larut tanpa khawatir adalah buah perjuangan panjangnya.</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Memang, jika melihat teman sesama pejuang, yang dulunya satu batang rokok dihisap bersama-sama, dan sekarang sudah naik RX King atau mobil baru berkaca gelap, atau membangun rumah bagus, terbersit rasa iri. Namun perasaan itu segera ditepis. Kadang ia merasa sedih ketika mendengar ejekan ” Yang panggul senjata dan berjuang di hutan dengan yang tidak kok sama saja ???” Hatinya perih. <span style="color:black;">Bukankan Perjuangan bukan untuk kekayaan pribadi, kemewahan materi , namun ketenangan dan kedamaian hidup rakyat Aceh. Bukankan jika ayah dan teman-teman GAM saja yang mendapatkan bantuan akan menimbulkan iri hati masyarakat yang lain? Bukankan perjuangan ini untuk masyarakat semua?. Hatinya menjadi tenang dan menanggapi secara wajar.</span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kadang ia merenung, jangan-jangan anak-anak menyalahkan aku, atau bertanya apakah hanya seperti ini hasil perjuangan Ayah? Hidup tetap saja susah !!! Segera ia dengan hati-hati memberi pengertian pada anak-anaknya. Hasil perjuangan itu adalah saat ini dan akan datang kita bisa kumpul setiap hari bersama, makan bersama, menyaksikan anaknya berangkat sekolah dipagi hari, meskipun naik pick up dan pulang jalan kaki, dan mendampingi istrinya menggarap sawah tetangga dengan sistim bagi hasil, bertanam coklat dikebun, memelihara sapi bantuan .</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kabarnya memang ada bantuan untuk ex combatan lewat BRR atau BRDA, nyatanya sampai detik ini serupiahpun ayah belum menerimanya. Hal ini juga dialami teman-teman ayah yang lain. Pernah dia menanyakan langsung pada pimpinan KPA di kabupaten, jawabannya ”Tunggu saja, kami sedang usahakan”. Untuk ini, lebih dari 10 kali ayah dan teman-temannya membuat proposal bantuan dengan menghabiskan jutaan rupiah untuk biaya pengetikan, foto copy, mondar-mandir mengirim dan mengurus proposal itu. Namun tak satupun yang terealisasi. Seekor sapi bantuan dari salah satu NGO lokal istrinya yang mendapat, itupun dengan cara diangsur. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tiga tahun menunggu bukan waktu yang pendek, Namun dibanding 30 tahun perjuangan GAM bukanlah apa-apa. Ayah tidak bisa menunggu lagi, ia menyadari, ia harus melakukan sesuatu, <span> </span>inilah perjuangan sesungguhnya, mempertahakan dan mengarungi kehidupan sebagai sebuah keluarga, mencarikan nafkah anak istrinya yang puluhan tahun ia tinggalkan, memberikan ketentraman lahir dan bathin. Sambil terus memimpikan bangunan rumah yang layak untuk keluarganya, dan membiayai pendidikan anak-anaknya supaya lebih baik kehidupannya daripada yang dialami ayah. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ayah bukan sendiri, ex combatan lain yang tidak pandai melobby proyek, tidak memiliki kawan dekat di dinas dan kontraktor, atau bersikap ”mengamankan”setiap proyek yang ada didaerah sekitarnya , keadaannya sama benar-benar berjuang ”meneruskan hidupnya”. Harapan yang terbersit dibenak Ayah adalah jika memang pemerintah, BRR, BRDA, atau NGO peduli dengan nasib mereka, bantuan jangan juga dikhususkan kepada mereka saja, berikan kepada semua masyarakat yang memang layak mendapatkan . </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hal ini penting menurutnya, agar tidak terjadi gab lagi dimasyarakat, supaya tidak timbul konflik antar masyarakat. </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bagi Ayah, situasi damai seperti sekarang sangat membahagiakan, dan berharap jangan sampai terulang kembali koflik seperti yang sudah berlalu. Meskipun baginya, kekawatiran terlintas jelas ketika menyaksikan banyaknya partai lokal yang dibangun berbasis massa atau mengatasnamakan GAM, menurutnya ini bibit konflik dan adu domba. Puncaknya akan terjadi di tahun 2009 dimana partai-partai akan bertarung mengikuti pemilu, dan para elite akan berebut simpati rakyat, untuk berebut kuasa. Selebihnya ??? Ayah hanya tersenyum sambil menyulut rokok kretek yang dipegangnya. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/badai64.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/badai64.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=26&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/02/28/ayah-perjuangan-baru-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/ismail-bin-puteh-alias-ayah.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ismail-bin-puteh-alias-ayah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LelaKi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/lelaki/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 18:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Sarung kumal yang berkerut seperti perr itu dikalungkan dilehernya, sehingga nampak celana jeans yang dipotong selutut pemberian toke jafar tempo hari , kakinya yang kokoh dan hitam mengkilap dengan kuku jari kaki yang kekuningan bergegas melangkah mendatangi suara yang memanggil namanya. Tidak jelas benar siapa dibalik kedai itu, tapi ia tak peduli&#8230;pasti urusan penting. Mulitnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=20&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/bermain2.jpg" title="bermain2.jpg"></a><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/lelaki-jaman.jpg" title="lelaki jaman"><img src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/lelaki-jaman.thumbnail.jpg?w=468" alt="lelaki jaman" /></a>Sarung kumal yang berkerut seperti perr itu dikalungkan dilehernya, sehingga nampak celana jeans yang dipotong selutut pemberian toke jafar tempo hari , kakinya yang kokoh dan hitam mengkilap dengan kuku jari kaki yang kekuningan bergegas melangkah mendatangi suara yang memanggil namanya. Tidak jelas benar siapa dibalik kedai itu, tapi ia tak peduli&#8230;pasti urusan penting.</p>
<p>Mulitnya komat-kamit, entah apa yang didendangkan dalam batinnya, rokok kretek produk lokal yang tak kutemukan di warung dekat hotel dariza di pulogadung itu terombang-ambing mengikuti ayunan tangannya, asap rokok itu samar-samar mengikuti langkahnya, boleh jadi menjadi petunjuk perjalanan dia jika ada anjing pelacak spesialis bau rokok. Jarak semakin dekat, namun dia tetap belum tahu apa yang terjadi dan siapa yang memanggilnya. meski begitu tak ada curiga sedikitpun, terus saja melangkah&#8230;.baginya panggilan adalah titah, ia harus melakukan, tak ada bahasa &#8220;tidak&#8221; dalam kamus kehidupannya. Ia melakukan apa saja yang dititahkan, apakah itu touke, kepala kampung, hansip, tukang anyam &#8220;kepang&#8221;, bu Bidan atau haji Nardi.</p>
<p>Lelaki itu telah mengabdi pada kampung ini bertahun-tahun, tak seorangpun tahu darimana dia, dia sendiri tidak bisa menjelaskan, yang diingat warga adalah ia ditemukan tertidur di &#8220;brak&#8221; suim penjual lontong itu. Orang kampung hampir mengusir dia, waktu ditemukan ia memakai baju putih yang telah berevolusi menjadi coklat tua karena jamur, debu dan kotoran, memakai celana pendek dari kantong gandum bergambar segitiga biru, bibirnya pecah menempel darah kering, matanya sembab kebiruan.</p>
<p>Ia sempat digelandang oleh kepala hansip ke bale kampung, dihadapkan pada para penentu adat, memang waktu itu sedang banyak kasus pencurian kambing. Setelah diinterogasi beberapa jam tak ditemukan jawaban, warga mengurungnya di pos ronda, dia dijaga 2 hansip selama 12 jam bergantian, praktis 4 hansip harus standby menjaga dia. Tidak ada tv atau kamar mandi dalam seperti penjara koruptor. Menjelang hari kedua, hansip dibuat gusar bau yang ditimbulkan dari dalam pos, bau aneh itu makin menjadi menjelang tengah hari &#8230;&#8230;sang penjaga segera melapor.. wuichhhh&#8230;&#8230;.marahlah sang kepala hansip mendapat laporan anak buahnya, kontan &#8230;dengan langkah tegap ia mendatangi TKP, memerintahkan membuka gembok, dan menyeret si pesakitan keluar, memerika apa gerangan yang terjadi didalam pos, &#8230;&#8230;ternyata seonggok barang aneh ada dipojok ruangan, &#8220;beol&#8221; si pesakitan.. Dikawal hansip dan disaksikan warga kampung ia membersihkan hajatnya dan membuangnya kesungai. Tak cukup itu, dibenamkan beberapa kali di &#8220;kedung&#8221; sampe megap-megap, pulangnya memikul air diember bekas cat untuk mengepel pos . Atas kejadian ini, ia tak lagi diperbolehkan meringkuk di pos yang dibangun dengan iuran warga dan menebang pohon besar di dekat &#8220;belik &#8221; yang saat ini airnya kering, enak-enak tidur dengan penjagaan ketat dan menunggu jatah makan 3x sehari yang diberikan warga secara bergilir. Previlage itu dicabut&#8230;&#8230;</p>
<p>Namun warga menghadapi masalah baru, dimana &#8220;tahanan&#8221; akan ditempatkan?? Tak mungkinlah menyuruh dia pergi, masalahnya belum selesai. Berembuglah para petinggi kampung, setelah berjam-jam rapat tertutup dengan hidangan kopi susu dan roti pisang bolen dibeli di warungnya sukir dengan uang kas desa, rapat dead lock&#8230;..buntu&#8230;.tidak ada jalan keluar. Rapat di skors&#8230;tidak ada seorangpun petinggi yang bersedia menampung &#8220;tahanan&#8221; ini. Ketua kampung mengkawatirkan anak gadisnya dijaili kalo tahanan dirumah dia, Haji Nardi keberatan jika tahanan diinapkan di &#8220;langgar&#8221; kampung karena bisa mengotori tempat ibadah dan belum tentu dia muslim, Kepala Hansip yang anaknya 5 orang kawatir si tahanan akan mengganggu anak-anaknya yang masih kecil, ada ruang kosong disebelah bu Bidan yang mangkrak karena POSYANDU sudah lama dilakukan berkeliling kerumah-rumah warga , sekalian menjalin silaturahmi dan supaya warga yang ketempatan membersihkan rumah dan halaman karena akan digunakan &#8220;timbangan&#8221; bayi, Namun dengan keras bu Bidan menolak keras karena ia masih single dan kawatir  akan mengganggunya, &#8230;&#8230;.</p>
<p>Sidang diskors 2 jam untuk lobby&#8230;.wah macam sidang DPR saja&#8230;&#8230;masyarakat kasak-kusuk, sibuk mencari tahu apa yang terjadi&#8230;.tak terkecuali Cengge, gali klas kampung yang saban hari mngompas truk yang lewat, dan menggunakan uangnya untuk memperkuat kohesifitas sosial para &#8220;PANGUNCI&#8230;paguyuban &#8220;ngunjuk &#8220;ciu&#8230;.bersama pengangguran dari kampung sebelah, dan seringkali berakhir kisruh. Cengge segera merapat ke balai kampung mendengar rapat deadlock. Ia mendekati Ketua kampung dan berbisik, mata ketua kampung terbelalak&#8230;&#8230;..nanar &#8230;..tak percaya&#8230;&#8230;wah ini mantab&#8230;&#8230;</p>
<p>Segera ketua kampung memerintahkan petugas jaga memukul kentongan &#8221; uluk-uluk&#8221; panggilan rapat, ini tentu saja iramanya berbeda dengan pukulan untuk berita kematian, berita kehilangan, berita petugas ronda memanggil kawannya, dan entah apalagi yang sudah sangat dipahami warga namun tak mudah dijelaskan kepada orang lain. Sesaat kemudian petinggi kampung datang, masuk ruangan dan rapat dimulai. Warga makin banyak yang berkerumun kasak-kusuk. Cengge yang biasanya tak bisa masuk arena sidang takut membuat kisruh dan kalo tidak setuju dengan hasil rapat hanya bisa berteriak-teriak diluar,  kali  ini mendapatkan hak istimewa. Dia duduk dijajaran depan menghandap peserta rapat bersebelahan dengan Ketua kampung. Tak lebih 5 menit, pintu dibuka, ketua kampung didampingi sekretaris dan kepala Hansip  siap memberikan keterangan pers. Cengge ada diantaranya. Masyarakat merangsek seperti para wartawan berebut mewawancarai pejabat yang keluar dari RSPP saat pak Harto sakit, &#8230;&#8230;.</p>
<p>Akhirnya sekretaris kampung memberikan kesimpulan rapat&#8230;..dengan gaya bicara sprt pak Murdiono mantan mentri sekretaris negara&#8230;.<em>&#8220;Ehmm&#8230;&#8230;saudara-saudara sekampung Jambekumbu, kami pimpinan kampung,e&#8230;&#8230;&#8230;.setelah mengadakan rapat maraton yang sangat &#8230;&#8230;&#8230;..alot, ee&#8230;&#8230;.kami berkesimpulan dan memutuskan, menurut petunjuk bapak kepala kampung&#8230;&#8230;bahwa saudara Cengge akan menampung dan bertanggung jawab terhadap &#8220;tahanan&#8221;kita&#8230;.</em>..</p>
<p>Plongg&#8230;&#8230;&#8230;.haji Nardi, Ketua kampung, kepala Hansip, bu Bidang&#8230;..semuanya lega, cengge telah menjadi penyelamat mereka dari beban. Cengge mengambil resiko&#8230;&#8230;.ini urusan negara, dalam kondisi kritis terpanggil jiwa bela negara&#8230;.Cengge dielu-elukan warga. Setelah bersalaman dengan seluruh petinggi kampung, Cengge kembali ke tempat mangkalnya bersama sang tahanan. Sejak itu , lelaki pesakitan menjadi kaki-tangan  Cengge dalam menarik retribusi truk, dan pekerjaan lain dibawah proyek dan kendalinya</p>
<p>*********.</p>
<p>Dia terus melangkah, dan sesaat kemudian berhenti digubug dimana dia mendengar suara panggilan, ia tersentak&#8230;&#8230;&#8230;.berteriak histeris, warga kampung berhamburan keluar&#8230;&#8230;..Cengge terkapar&#8230;..bibirnya membiru, mulutnya berbusa,  matanya melotot&#8230;&#8230;.Dipegangnya erat tubuh Cengge, digoncang-goncangkan sekuat tenaga, dipanggil sekeras kerasnya&#8230;..Cengge membisu, kaku&#8230;&#8230;.Cengge telah pergi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>warga yang berkumpul membisu, &#8230;..menyaksikan dua lelaki yang sudah akrab dengan mereka sedang memainkan sejarahnya&#8230; lelaki itu berlinang air mata, pahlawannya telah pergi, tuannya telah pergi&#8230;..temannya telah pergi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;penyelamatnya telah pergi&#8230;&#8230;.Cengge lelaki yang sebatang kara ditinggal ayah ibunya sejak umur 10 tahun itu telah menyusul , dan kini lelaki itu&#8230;&#8230;&#8230;??????? (sidang petinggi sedang akan dimulai)&#8230;..</p>
<p><font color="#ff6600">(belik=mata air, langgar=mushola kecil,  kepang=anyaman bambu, ngunjuk=minum, ciu=alkohol lokal/tuak, )</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/badai64.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/badai64.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=20&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/lelaki-jaman.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lelaki jaman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>meNiKmatiMU&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/18/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/18/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 12:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernik-pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/18/</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini udara panas, gerah bukan main didalam rumah mungil  kayu ini, aku bergegas keluar, menyeret sandal jepit yang sebelah putus kaitnya dan warnanya mulai pudar dimakan usia, yang kubeli dari warung seberang sungai yang kemarin terendam banjir setinggi dada orang dewasa. Aku tak lagi memperhatikan gaya jalanku menyeret sandal ini, lucu, mungkin kalo ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=18&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/cocos-nucifera.jpg" title="Cocos"><img src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/cocos-nucifera.thumbnail.jpg?w=468" alt="Cocos" /></a><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/cocos-nucifera.jpg" title="Cocos"></a>Siang ini udara panas, gerah bukan main didalam rumah mungil  kayu ini, aku bergegas keluar, menyeret sandal jepit yang sebelah putus kaitnya dan warnanya mulai pudar dimakan usia, yang kubeli dari warung seberang sungai yang kemarin terendam banjir setinggi dada orang dewasa. Aku tak lagi memperhatikan gaya jalanku menyeret sandal ini, lucu, mungkin kalo ada paparazi iseng bisa jadi bahan tertawa di just for laugh yang sering diputar di TV garuda jika lagi terbang, menghibur penumpang  yang baru saja diputuskan dengan semua dering telpon, kemacetan, &#8230;&#8230;&#8230;.yang hidup dan matinya hanya berjarak seujung kuku, sesaat kemudian bisa hilang seperti adamair menuju menado tetapi mampir entah kemana sampai kini belum kembali.</p>
<p>Ku sandarkan bahuku dibawah <em>Cocos nucifera</em> setinggi 3 meter yang lebat buahnya, tanganku mengayun-ayunkan mengipasi diri, yang tak cukup berarti mengurangi panas kecuali membuat hati kita merasa lebih nyaman bagai berada didekat kipas angin, udara tetep panas tetapi bathin merasa badan semilir,  tertipu sugesti sendiri. Tak tahan kakiku menahan badanku yang miring, aku memandangi sekeliling kalo-kalo ada tempat  yang memungkinkan untuk duduk, kalao saja ada kursi malas atau ayunan pasti amat nyaman&#8230;&#8230;.tak kutemukan, kecuali batu-batu sebesar kepala bayi yang berserakan bercampur dengan debu bekas pembakaran sampah. Kakiku makin pegal, atas permintaan tuan kaki &#8230;&#8230;ku putuskan melampaui batas-batas kepatutan dan kesehatan &#8230;&#8230;dan kutekakkan pantat diatas batu itu, tidak nyaman memang tapi ini pilihan yang terjadi karena tuntutan badan untuk lebih nyaman, pastilah anda bisa bayangkan sulit dan tersiksanya pantat yang duduk di batu2 yang tidak cukup besar dibanding pantat yang menindih, kalo kondisi ini kubiarkan aku hanya akan melakukan sumpah serapah pada udara yang panas, ato batu yang tidak memberikan rasa nyaman dipantatku ato yang lain, jika ini kubiarkan&#8230;duh parah, bukan hanya pantat yang sakit, tapi udara semakin panas, otak mulai panas, mulut mengumpat menyebut seisi kebun binatang bahkan ditambah kebun binatang dinegara lain, &#8230;.pas aku menyebut &#8220;kambing&#8221; misalnya kalo saja ada bapak-bapak lewat dan merasa dia aku bilang kambing, dia pasti tersinggung, boleh jadi mendampratku, atau menanyakan dengan keras mengapa dia dibilang kambing?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. kalo aku bilang aku sedang mengatakan hal itu kepada batu yang kududuki boleh jadi dia tidak percaya dan mendesakku, memelototiku, menempelengku, ato melaporkan ke polisi dengan delik aduan penghinaan atau pencemaran nama baik atau bahkan perbuatan tidak menyenangkan&#8230;..wah-wah-wah gaswat,</p>
<p>Maka kuputuskan untuk menikmati &#8220;pijat refleksi&#8221; batu dengan nyaman, kali yang sebelah sudah mulai sakit, kugeser sedikit agar dia juga dapat bagian direfleksi, begitu seterusnya sehingga siang itu aku menikmati terapi refleksi batu&#8230;pasti ada beberapa titik simpul syaraf, atau titik meredian, yang terstimulus sehingga memperbaiki energi fital atau chi yang mestinya mampet dan membuat bisulan atau pantat kempes tak lagi sexy , nah dengan bantuan ini menjadi lancar , lebih sehat, dan kenyal, &#8230;mantap.<br />
Bersamaan dengan itu, jika kupikir panas hari ini begitu menyiksa, aku akan terus mengayun-ayunkan tangan untuk mengipasi diri . Dan otot lenganku makin kencang bekerja dan membuat keringatku bercucuran pasti, dan aku harus mengusapnya dengan sapu tangan yang tentu saja besok harus dicuci segera kalo tidak ingin bau apeg dikantong, dan memerlukan detergen lebih banyak , dan menurut ahli lingkungan itu akan mencemari tanah dan air, mematikan microorganisme , zooplanton-pitoplanton, ganggang&#8230;dan katanya lagi ikan menjadi tidak mendapatkan rejeki makan yang semestinya&#8230;si marno teman SDku yang suka mancing pasti akan kurang hasilnya, ketika dia pulang tidak lagi bisa membawa lauk, anaknya menjadi kurang gizi&#8230;..achhhhhhh masa iya begitu panjang????</p>
<p>Kalo begini carannya, aku sudah berlari dari dalam rumah ke bawah pohon ini tidak akan menemukan apa yang kucari, &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;malah mendapatkan hal yang sama, ketidaknyamanan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;sama-sama panas baik didalam rumah maupun dibawah pohon. Makanya kunikmati rindangnya pohon Cocos itu dengan baik, Coba kalo dia tidak berdaun, aku akan lebih panas, atau dia tidak ada dikebun ini tetapi dikebun tetangga sebelah, pasti aku akan menyeret sandal lebih jauh, bisa jadi kakiku terangkut besi karatan dan  potensial kena tetanus, harus membawanya ke bidan yang jarang ada dikampung jika hari libur, &#8230;&#8230;&#8230;atau aku harus meminta ijin dulu kepada pemiliknya untuk sekedar duduk dibawahnya, padahal siang seperti ini pemiliknya boleh jadi sedang tidur dan aku harus berlama-lama didepan pintu mengetuk, mengucap salam, dan boleh jadi dia tidak mendengar, atau jika mendengar dia terbangun tetapi kaget, dengan mata memerah dia akan membentakku yang telah mengganggunya istirahat, bisa-bisa dianggap cari-cari perkara&#8230;..???????</p>
<p>Aku melihat keatas daun cocos itu kompak, &#8230;&#8230;.memayungiku&#8230;&#8230;membantuku menikmati siang dengan nyaman, dan senyaman bathinku mensyukuri ciptaan Tuhan dan detail-detail yang diberikan&#8230;&#8230;&#8230;meskipun itu tak seperti yang semestinya kuharapkan. Kadang kita musti mengelola diri &#8211; membuat perdebatan internal, supaya kita lebih bisa menikmati KebesaranNya&#8230;.yang dihadapi panas matahari yang terik dikelola sebagai terapi untuk melarutkan keringat, atau keadaan yang mencekam menjadi latihan sport jantung supaya lebih sehat, peristiwa pahit sebagai seni kehidupan &#8230;&#8230;&#8230;setiap detail hidup itu tidaklah serta merta, tiba-tiba, begitu saja terjadi, Namun&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;????????</p>
<p>Aku kembali ke rumah kayu nan nyaman membebaskanku dari guyuran air hujan, dinginnya malam, dan &#8230;&#8230;&#8230;dikamarku aku menikmatiMU&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/badai64.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/badai64.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=18&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/02/07/18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/cocos-nucifera.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cocos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keHadiranKu</title>
		<link>http://badai64.wordpress.com/2008/02/01/15/</link>
		<comments>http://badai64.wordpress.com/2008/02/01/15/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 19:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>badai64</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://badai64.wordpress.com/2008/02/01/15/</guid>
		<description><![CDATA[Mataku blum juga terpejam, jarum jam terseret ke angka dua, malas, tapi tetep saja rasa kantuk tak kunjung tiba, sedari tadi pagi tak hentinya jari jemari ini menyentuh bibir huruf dengan kecepatan berbeda, sesekali bergeser posisi tangan mencengkeram tikus melarikan kesana kemari mengikuti simpul saraf , selalu saja huruf dan angka. Tiga hari terakhir aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=15&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/udut.jpg" title="Udut…"><img src="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/udut.thumbnail.jpg?w=468" alt="Udut…" /></a>Mataku blum juga terpejam, jarum jam terseret ke angka dua, malas, tapi tetep saja rasa kantuk tak kunjung tiba, sedari tadi pagi tak hentinya jari jemari ini menyentuh bibir huruf dengan kecepatan berbeda, sesekali bergeser posisi tangan mencengkeram tikus melarikan kesana kemari mengikuti simpul saraf , selalu saja huruf dan angka. Tiga hari terakhir aku mengungsi setiap siang hari, mataku lelah memandangi  dinding putih ini selama 24 jam, menjadi doktor (mondok di kantor) selalu penuh dilema. nah ini baru hebat, tempat pengungsiang siang hari itu dibibir jalan sebelah kampus Jabal ghafur, anak-anak muda penuh semangat mondar-mandir ke kampus dengan berbagai cara, gaya, dan entah mengejar apa, selembar ijasah atau melakukan pencarian. mataku sering berbinar mengamati mereka, terbayang jagoanku yang seusianya sedang melakukan hal yang sama di grogol (yg tadi siang kebanjiran juga trisakti) dan gadisku yang cengeng berseragam sibuk dengan segala urusan. Aku bangga dengan kekayaanku itu. Polah anak-anak itu kadang lebih menggodaku ketimbang merangkai kalimat-kalimat &#8220;pengemisan&#8221; yang sudah 20 tahun kulakukan. Tapi itulah pilihan yang terlanjur basah bahkan banyak yang tidak bisa &#8220;mentas&#8221;. meja kotor yang kubiarkan tak dibersihakan kurapatkan ke dinding membelakangi pintu, sehingga godaan-godaan yang diinginkan itu sebanyak mungkin berkurang. Harus sedikit berusaha membalik badan untuk cuci mata. Ruarr biasaa&#8230;..,.</p>
<p>Ada kehidupan baru yang sedang kubangun, tempat yang beberapa bulan mangkrak berdebu dan lebih disukai laba-laba itu mulai ganti udara, pintu terbuka, kamar mandi yang airnya sudah menjadi surga nyamuk bertelur mulai ada pengunjung, dan anak penunggu kios didepan mendapatkan teman, setidaknya mengurangi kejenuhannya karena aku sering melantunkan tembang anyar dari winap. aku tahu betul kehadiranku ini tidak diharapkan oleh tikus yang mulai berpesta dengan buku bekas, atau laba-laba yang giat bergotongroyong membangung istana. Aku tidak peduli, seperti tadi pagi, ketika perutku dan berlari ke wc, aku harus merusak istana megah yang beberapa minggu dibangun dengan kerja keras. mau apa lagi,batinku sudah minta maaf, dan kekasaranku ku pastikan tidak membunuhnya, aku tahu di lari pontang-panting merayap didinding</p>
<p>maafkan aku teman, istanamu kuhancurkan. meski begitu, aku dengar jelas pasukan sorak dari dasar bak kamar mandi yang hanya terisi 1/8 air mengelu-elukan aku bak pahlawan, karena istana itu menjadi istana kematian bagi mereka&#8230;.tersangkut diantara jejaring sutera putih. Aku tersenyum kecut sambil meneruskan hasratku, bodo amat&#8230;..</p>
<p>gagah perkasa aku keluar dari kamar mandi, lega&#8230;.seperti ksatria memenangkan pertarungan . Kalo saja kondisi ini berlanjut dalam 2 minggu kedepan, aku akan hapal berapa jumlah keramik yang ada didalam WC, maklum kebiasaan burukku adalah menghabiskan waktu bermenit-menit di WC untuk membaca koran pagi ato buku ati yang lain tak bisa kulakukan. Jelas sekali bagaimana kehadiran ku memberikan ketidaknyaman bagi laba-laba, namun memberikan kegembiraan bagi jentik-jentik yang akan segera pasejuek menjadi nyamuk.   Mungkin ini berlaku bagi yang laen.</p>
<p>Terus saja jemariku bergerak, menyentuh dengan lembut setiap huruf, meski kadang tak sesuai perintah, hati berfikir memerintahkan otak untuk mengkomando ujung-ujung jari melakukan tugasnya, sementara mata dengan cermat mengawasi setiap gerakan jemari meski dengan susah payang cornea menangkap setiap detail yang dilakukan, yang kadang tersangkut dan terhalang kelopak mata yang makin mesra, dekat, dan ingin merapat&#8230;.., adakah yang berguna bagi orang lain????</p>
<p> ( kutertawakan diriku sendiri&#8230;&#8230;.huuaaaa&#8211;haaa&#8230;&#8230;nggak penting!)<img border="0" width="1" src="http://badai64.wordpress.com/wp-admin/" height="1" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/badai64.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/badai64.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/badai64.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/badai64.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=badai64.wordpress.com&amp;blog=2671176&amp;post=15&amp;subd=badai64&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://badai64.wordpress.com/2008/02/01/15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a5bae6d3ef761d20af51bb66b5e71563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">badai64</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.files.wordpress.com/2008/02/udut.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Udut…</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badai64.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
